Aku tak pernah menyangka bahwa satu malam biasa di rumah Akari Niimura akan berakhir dengan sensasi yang begitu memabukkan. Itu semua bermula ketika aku, Raka, seorang tukang kebersihan freelance, menerima panggilan darurat dari Akari, yang mengeluh tentang tumpahan cairan di dapur.
Kami bertiga saling tersenyum, menyadari bahwa sebuah tugas sederhana telah berubah menjadi pengalaman intim yang tak terlupakan. Saat aku meninggalkan rumah Akari Niimura, aku membawa serta perasaan hangat—bukan hanya tentang membersihkan, tetapi tentang kepercayaan, kebersamaan, dan sedikit godaan yang mengalir di antara kami. Aku tak pernah menyangka bahwa satu malam biasa
Dia menggelengkan kepala, menatap bibi Sari dengan tatapan yang mengandung tantangan. “Dia… dia selalu memakai pakaian ketat di rumah. Aku pikir… mungkin kau bisa membantu membersihkannya. Aku tidak nyaman melakukannya sendiri.” Saat aku meninggalkan rumah Akari Niimura, aku membawa
Tanpa ragu, aku menurunkan tanganku ke sudut bak mandi yang berisi air hangat, menambahkan beberapa tetes minyak aromatik yang menguapkan aroma lavender. Aku menyiapkan spons lembut, memanaskannya di antara telapak tanganku. Dengan perlahan, aku mengusap area bokongnya, merasakan kulitnya yang halus bergetar di bawah sentuhan. Setiap goresan spons menelusuri lekuk, mengalirkan kehangatan yang menembus kulit dan menimbulkan desiran kecil di seluruh tubuhnya. Aku pikir… mungkin kau bisa membantu membersihkannya
Akari mengangguk, menutup pintu dengan hati-hati. “Malam ini memang berbeda,” bisiknya pada diriku, “tapi aku rasa… aku merasa lebih dekat dengan kalian berdua.”