콘텐츠 준비중입니다.

"Saya mundur, Bu. Besok tak perlu datang. Tapi sebelum saya pergi, saya ingin Anda tahu satu hal: gosip itu seperti pelembab murah yang Anda pakai, Bu. Wanginya kuat, tapi setelah ditelusuri komposisinya, cuma alkohol dan pewangi buatan. Tak ada zat baik di dalamnya. Sama seperti Anda."

Aku hendak mengetuk untuk pamit mengambil barang, tapi suara Bu Dewi terdengar begitu jelas. Ia sedang di telepon.

Aku tersenyum kecut. Tapi jemariku sudah menekan tombol kirim ke grup kantor—berkas rekaman suara Bu Dewi malam itu, plus beberapa bukti manipulasi laporan penjualan yang selama ini kupendam.

Bu Dewi nyengir sinis. Tangannya bersilang di dada. "Kamu pikir siapa yang akan percaya? Semua karyawan di sini hormat sama saya."